Kusumo Martanto

CEO BliBli.com

Nama situs belanja online Blibli.com, semakin banyak dikenal dan diperhitungkan beberapa tahun belakangan ini. Hal ini tak terlepas dari peran dan kontribusi Kusumo Martanto. Berbekal pengalaman yang panjang di perusahaan teknologi dan manufaktur, serta 17 tahun berkarir di luar negeri dengan menempati berbagai posisi penting mampu membawa Kusumo menjadi CEO Blibli.com semenjak perusahaan tersebut berdiri.

Dengan pengalamannya tersebut Kusomo membangun sistem kerja baru, yang lebih segar dalam tim Blibli.com. Mengombinasikan budaya dari luar negeri dan disesuaikan dengan budaya di tanah air dengan membentuk konsep Konsep inilah yang berhasil membangun citra Blibli.com semakin baik. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras tim yang berhasil ia bangun. Ia merasa klop dengan tim yang ia ajak dari nol itu.

Tercatat, Blibli.com sudah berkembang pesat tujuh kali lipat, sejak dari situs ini mulai dibangun. Diakui Kusumo, beragam cara yang dilakukan tidak lepas dari strategi yang baik dalam mengambil posisi berada di tengah pasar online. “Dengan menyasar sektor unit kecil dan menengah (UKM), menjadi terobosan baru dalam mendapat hati semua kalangan pembeli online,” katanya menutup obrolan. (MCF).

Store Going Omni

Aktivitas belanja online meningkat drastis selama pandemi. Kami mendefinisikannya konsumen dalam hal online shopping semakin deepening dan widening. Pembatasan sosial yang membuat mobilisasi orang terhambat sehingga untuk urusan belanja kebutuhan sehari-hari menjadi lebih praktis dilakukan secara online. Jika sebelum pandemi berbelanja online hanya untuk kebutuhan sekunder atau tersier kini, konsumen juga mulai convenience berbelanja kebutuhan primer. Seperti misalnya kebutuhan bahan pokok beras, gula, telur, daging, sayur, dsb. Inilah yang kami sebut deepening. Selain itu konsumen sekali belanja langsung dalam jumlah yang besar (widening).

Meskipun, tren online shopping begitu booming tidak lantas membuat toko offline kehilangan peminat. Hal ini dikarenakan kemudahan akses dan dekat dengan tempat tinggal. Pandemi membuat batas antara toko online dan offline menjadi abu-abu. Toko online membangun toko offline begitu pula toko offline akan mendaftarkan lapaknya ke platform penyedia toko online. Kedepannya, konsumen akan semakin omni. Artinya sebagai pemain di bisnis ritel, kemudahan akses terhadap konsumen adalah kunci. Bagaimana strategi rantai distribusi yang perlu disiapkan oleh pemain di bisnis ini?

Retail & CPG

Kamis, 5 November 2020

Pukul 08.30-09.30